7 Aplikasi untuk Pemrograman Android yang Powerfull

tools pemrograman android

Menjadi programmer adalah pekerjaan yang cukup menjanjikan saat ini — baca: Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan Untuk Menjadi Programmer Android. Sebab mereka dibutuhkan dalam pembuatan dan pengembangan aplikasi pada sistem operasi seluler maupun dekstop. Seorang programmer tentu saja harus menguasai beberapa keterampilan dan materi dasar mengenai pemrograman, khususnya pemrograman Android. Selain bahasa pemrograman, pemilihan tools atau software dalam perancangan sebuah aplikasi juga adalah hal yang tak boleh luput dan perlu diperhatikan. Sebuah tools yang digunakan harus memiliki spesifikasi tersendiri sesuai dengan bahasa yang digunakan dalam perancangannya. Oleh sebab itu, berikut disajikan beberapa tools atau software yang dapat digunakan dalam Pemrograman Android.

  1. Eclipse

    Pada dasarnya, Eclipse merupakan tools atau IDE yang bisa digunakan di semua platform (multi platform) untuk mengembangkan suatu software aplikasi Android. Meskipun Eclipse dikembangkan dengan bahasa Java, tapi dalam perancangan aplikasi Android, bahasa lain dapat digunakan selain Java, seperti bahasa C, C++, Python, Perl, PHP, dan bahasa lainnya. Eclipse tercatat pernah mendapat dukungan penuh dari Google sebagai software pengembangan Android sebelum merilis Android Studio sebagai tools pengembangan Android resmi saat ini. Eclipse dan Android Studio bersifat open source dan memiliki banyak plugin, akan tetapi fitur dari Android Studio lebih banyak dan terupdate. Meskipun demikian, masih banyak programmer yang sampai saat ini masih menggunakan Eclipse sebagai tools dalam perancangan aplikasi karena beberapa faktor tertentu.

  2. Android Studio

    Saat ini, Android Studio merupakan IDE paling populer yang digunakan oleh Android developer. Google pada beberapa waktu lalu telah merilisnya sebagai tools pengembangan aplikasi berbasis Android yang resmi. Tak heran jika para programmer Android lebih memilih untuk menggunakan IDE ini dalam perancangan aplikasinya. Android Studio mendukung beberapa bahasa pemrograman dalam pengembangan aplikasi Android, seperti Java, Kotlin, dan C++.
    Android Studio memiliki beberapa fitur yang mendukung produktifitas dan kemudahan dalam proses pengembangan aplikasi Android, diantaranya yakni:

    • Memiliki sistem berbasis grandle yang fleksibel
    • Dilengkapi dengan emulator yang cukup cepat dan kaya akan fitur
    • Memiliki lingkungan yang menyatu untuk semua pengembangan jenis perangkat Android
    • Instant Run yang mendukung perubahan ke aplikasi yang berjalan tanpa membuat APK baru
    • Template kode dan integrasi GitHub untuk mengimpor kode contoh dan membuat fitur aplikasi yang sama
    • Memiliki alat pengujian dan kerangka yang ekstensif
    • Lint untuk meningkatkan kinerja, kegunaan, kompatibilitas, versi, dan masalah lainnya

    Aplikasi Android Studio bisa didownload di halaman pada link berikut: Download Android Studio and SDK tools

  3. Xamarin

    Bagi Anda yang lebih menguasai bahasa C#, IDE Xamarin ini cocok untuk Anda gunakan dalam pengembangan aplikasi. Xamarin yang dikembangkan oleh Xamarin Inc ini memiliki fungsi untuk membuat aplikasi lintas platform, seperti Android, iOS, dan Windows Phone.
    Karena merupakan IDE lintas platform, tampilan antarmuka (UI) Xamarin bisa disesuaikan dengan jenis perangkat yang digunakan. Untuk pengembangan iOS, tampilannya akan mirip dengan XCode yang merupakan IDE khusus untuk pengembangan iOS. Sedangkan, untuk pengembangan Android, tampilan User Interface (UI) akan mirip dengan IDE Eclipse.

  4. NetBeans

    NetBeans menggunakan bahasa pemrograman Java, C++, PHP dalam pengembangan Android. IDE yang dirilis oleh perusahaan Oracle ini juga bersifat open source. Untuk menggunakan IDE ini, terlebih dahulu pengguna harus menginstal JDK dan JRE. Tak berbeda dengan Android Studio dan Eclipse, pengembangan NetBeans juga dengan menggunakan bahasa Java.

  5. Adobe Flash

    Meskipun fungsi utama dari software ini adalah membuat vector dan animasi, tapi juga dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi Android. Flash yang dirilis oleh perusahaan macromedia, kemudian diakuisisi oleh Adobe, sehingga berganti nama menjadi Adobe Flash.

  6. Unity

    Pada awalnya, software Unity hanya digunakan pasa MacOS, kemudian dikembangkan hingga menjadi software multi platform. Penggunaan software ini lebih difokuskan pada pembuatan Mobile Game, baik 2 dimensi hingga 3 dimensi. Pada proses pengembangan Game, pengguna dapat memasukkan kode-kode dengan menggunakan bahasa JavaScript dan C#. Game hasil pengembangan dari software ini dapat dicompile dengan Android, iOS, Windows, Mac, dan playstation.

  7. Apache Cordova

    Apache Cordova merupakan sebuah framework pengembangan aplikasi berbasis Android, iOS, dan Windows Phone. Bahasa yang dapat digunakan dalam proses pengembangan aplikasi yakni HTML 5, CSS3, dan JavaScript. Salah satu keunggulan IDE ini, yakni Anda tidak harus lagi menggunakan API yang spesifik untuk setiap platform. Hanya dengan menggunakan bahasa pemrograman web, aplikasi mobile sudah bisa dijalankan pada OS yang berbeda, yaitu Android, iOS, maupun Windows Phone.

Saran: untuk programmer android saya sarankan untuk menggunakan Solid State Drive (SSD) sebagai pengganti fungsi Hard disk drive (HDD). SSD mampu mentransfer data lebih cepat dibandingkan dengan HDD sehingga proses gradle bisa lebih cepat dengan menggunakan SSD.

Semoga bermanfaat, sampai jumpa di tulisan lainnya.

About the Author

Assalamualaikum. Saya Ahmad Mazlan, Programmer muda yang masih belajar dan ingin segera berbagi tentang dunia programming. Siapa pun bisa membuat program, yang mereka butuhkan hanya belajar. Semua bisa menjadi Programmer selama memiliki keinginan yang kuat untuk belajar.

Tinggalkan Balasan